Sptnetwork adalah salah satu bisnis unit dibawah PT. Surya Prima Makmur yang didedikasikan bagi Customer yang ingin mendapatkan sharing profit lebih tinggi daripada system on-line lainnya yang telah dikembangkan. Para customer yang lebih aktif menggunakan jasa tiket pesawat dan jasa wisata lainnya, serta aktif mengembangkan jaringan mendapatkan keuntungan financial secara signifikan! Silahkan klik Marketing Plan yang kami tawarkan. Selain system aplikasi on-line yang lebih advance, sptnetwork juga didukung oleh Customer Service 24 jam sehingga memberikan kebebasan kepada customer untuk menikmati layanan jasa 24 jam 7 hari serta berkesempatan penuh mengembangkan bisnis seluas-luasnya layaknya sebuah usaha pribadinya. Nikmati kemudahan bisnis dan sambut kebebasan financial anda!

Selamat bergabung di sptnetwork

Office : PT SURYA PRIMA MAKMUR Jl. Bhayangkara no 111 Terbah Wates Kulonprogo Jl. Wates KM 7,5 Komp. Pasar Balecatur Blok F no. 1 - 4 Telp: 0274 8222181 , Fax : 0274 6496466, PIN BB 27EAF998 Hp: 087777886888, 085747067888, 081328674378, Ym: spt_cs@ymail.com, spt_reservasi, spt_reservasi01, Email :adm@sptnetwork.com , adm.suryaprima@yahoo.co.id

Pengesahan Menteri Nomor: AHU-24707.AH.01.01.TAHUN 2010 | SIUP NO : 510/734/PK/V/2010 | TDP NO : 120 415 200 037| IZIN GANGGUAN / HO NO : 503/IG.B/43/IV/2010

Bergabung? silahkan klik disini

Sabtu, 04 Februari 2012

Lion Air: Pemecatan "Pilot Sabu" Tunggu BNN

VIVAnews - Maskapai Lion Air belum akan menjatuhkan sanksi kepada pilot SS yang kedapatan memakai sabu di Hotel Garden Palace, Surabaya, pagi tadi sekitar pukul 03.30 WIB, Sabtu, 4 Februari 2012. Lion Air masih akan menunggu proses hukum di Badan Narkotika Nasional (BNN) yang membekuk pilot warga Serpong, Tangerang itu.

"Setelah ada status dari proses hukum terakhir BNN, baru kami bisa mengambil keputusan," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, kepada VIVAnews.

Lion Air belum akan mengeluarkan keputusan apapun terhadap "pilot pemadat" itu--apakah menonaktifkan sementara, memberhentikan permanen, atau tetap membiarkan dia menerbangkan pesawat. Lion Air menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada BNN.

Edward juga menyatakan Lion Air belum akan mengubah dan memperketat seleksi pilotnya. "Kami sudah melakukan tes kesehatan enam bulanan untuk semua pilot," katanya.
Dalam setiap seleksi, Lion Air selalu mempertimbangkan jam terbang calon awaknya. Salah satu tahapan dalam seleksi, kata Edward, adalah juga menandatangani kesepakatan kerja yang berisi larangan menggunakan narkoba. "Dan harus lulus tes kesehatan," ujarnya.
Saat ini, SS, pilot berusia 44 tahun itu ditahan di kantor pusat BNN di Jakarta. Sebelumnya, Lion Air juga dibelit kasus sejenis. Pada 10 Januari lalu, salah satu pilot maskapai ini, berinisial HA, dibekuk di Makassar, Sulawesi Selatan, juga karena dipergoki memakai sabu. (kd)

• VIVAnews